MIU Login

ISHRAQ Series 1: Ruang Diskusi Ilmiah Farmasi – Mengeksplorasi Warisan Pengetahuan Tradisional

Sebagai wujud nyata komitmen dalam memajukan ilmu pengetahuan, Program Studi Magister Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan ISHRAQ (Islamic Science for Health Research Advancement & Quality) Series 1. Forum diskusi ilmiah di bidang kefarmasian ini dilangsungkan secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 09.00 WIB. Kegiatan edukatif ini tidak dipungut biaya dan terbuka luas bagi kalangan mahasiswa, akademisi, peneliti, hingga masyarakat umum yang memiliki minat pada kajian kesehatan dan farmasi.

Dengan mengangkat tema “Unlocking Traditional Knowledge for Next-Generation Drug Discovery”, acara ini menyoroti pentingnya integrasi pengetahuan tradisional ke dalam proses penemuan obat modern. Pemilihan tema ini didasari oleh kekayaan ragam hayati dan budaya Indonesia yang sangat melimpah. Melalui kajian sains yang ketat, warisan pengobatan leluhur tersebut diupayakan untuk bertransformasi menjadi sediaan farmasi yang memenuhi standar klinis. Langkah ini diyakini sebagai upaya strategis guna melahirkan inovasi pengobatan mutakhir yang tetap berakar pada kearifan lokal nusantara.

Pada penyelenggaraannya, ISHRAQ Series 1 mengundang para pakar akademisi yang ahli di bidang kefarmasian. Diskusi ini mengupas berbagai materi esensial, mulai dari pengembangan obat berbahan dasar alam (ethnomedicine), pemetaan pengetahuan pengobatan tradisional, hingga penerapan teknik metabolite profiling. Seluruh paparan disusun secara terstruktur agar mudah dicerna oleh peserta dari berbagai disiplin ilmu. Di samping itu, momentum ilmiah ini turut dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk mensosialisasikan Program Studi Magister Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada publik secara luas.

Menurut Ketua Program Studi Magister Farmasi, Dr. apt. Burhan Ma’arif Z.A, M.Farm., ISHRAQ Series diinisiasi sebagai wadah kuliah pakar yang menyoroti ragam isu mutakhir dalam disiplin pharmaceutical science. Program edukasi ini diagendakan secara rutin sebanyak empat seri setiap tahunnya, dengan fokus bahasan yang bervariasi pada tiap pertemuan. Keempat seri tersebut dirancang untuk merepresentasikan pilar-pilar utama keilmuan farmasi, yakni bidang bahan alam, teknologi farmasi, kimia farmasi, hingga biomedik farmasi. Melalui pendekatan ini, para peserta diharapkan mampu menyerap pemahaman yang utuh dan komprehensif terkait alur pengembangan obat dari berbagai perspektif keilmuan.

Beliau turut menggarisbawahi bahwa agenda ini lebih dari sekadar ajang promosi program studi, melainkan wujud nyata dari sarana edukasi dan dialektika ilmiah. Khusus pada seri perdana ini, sorotan utama tertuju pada inovasi obat herbal yang digali dari pengalaman empiris masyarakat. Tahapannya ditelaah secara komprehensif, mulai dari identifikasi bahan baku, analisis senyawa kimia, hingga pembuktian khasiat secara saintifik. Melalui metodologi ini, diharapkan tercipta jembatan kokoh yang menyelaraskan keilmuan sains modern dengan kearifan pengobatan tradisional yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Penentuan tema ini sangat relevan dengan status Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati tertinggi di dunia. Di samping itu, kemajemukan suku bangsa di tanah air turut melahirkan kekayaan ragam metode pengobatan tradisional yang khas. Kolaborasi kekayaan alam dan budaya tersebut membuka peluang emas bagi inovasi pengembangan sediaan farmasi bersumber daya lokal. Untuk itu, upaya riset dan pengembangan obat harus diarahkan secara strategis dengan senantiasa berpijak pada rekam jejak empiris yang telah dipraktikkan oleh masyarakat.

ISHRAQ Series memiliki nilai tambah dibandingkan kegiatan serupa melalui penyusunan materi pengembangan obat yang terstruktur dari hulu ke hilir. Setiap serinya mengupas isu-isu kefarmasian secara komprehensif dan mutakhir. Konsep yang berkesinambungan ini menjadikan ISHRAQ Series sebagai wadah diskusi ilmiah yang tidak hanya sarat akan informasi, tetapi juga sangat aplikatif.

Pada praktiknya, agenda ini menggandeng sejumlah perguruan tinggi, utamanya program studi farmasi yang tersebar di kawasan Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. Sinergi ini diorientasikan untuk memperkokoh jejaring akademik sekaligus mendorong kolaborasi aktif antar-institusi pendidikan. Di sisi lain, perhelatan ini turut menjadi ajang yang strategis bagi calon pendaftar untuk mengeksplorasi Program Studi Magister Farmasi secara lebih mendalam. Alhasil, kehadiran ISHRAQ Series memberikan dampak ganda yang positif: memajukan disiplin keilmuan farmasi sekaligus memperkuat eksistensi institusi.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat aplikatif bagi para peserta. Ke depannya, ISHRAQ Series ditargetkan menjadi forum berkesinambungan untuk memajukan ilmu farmasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memicu inovasi obat berbasis kekayaan alam nusantara. Program ini akan terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan topik-topik yang semakin beragam dan inovatif.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait